Pedoman Hidup Seorang Muslim


Manusia juga harus mempunyai pedoman hidup untuk mendapatkan ridho yang maha kuasa yaitu Alloh, karena kalau tidak maka tujuan hidupnya tidak akan tercapai. Dan pedoman hidup manusia adalah Alqur’an, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-jastiyah (45) ayat 20, yaitu :

“Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”.

Kenapa pedoman hidup manusia adalah Alqur’an ?, karena Alqur’an itu menjelaskan segala sesuatu atau segala permasalahan yang ada di muka bumi ini. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat An-Nahl (16) ayat 89, yaitu :

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammmad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri”

Alqur’an juga sebagai barometer atau penguji atau dengan kata lain tolak ukur dari kitab-kitab yang lain seperti kitab zabur, taurot, injil, termasuk kitab-kitab hadist yang di susun oleh para ulama. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 48, yaitu :

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Diantara nama lain dari Alqur’an adalah Al-furqon. Al-furqon berarti sesuatu untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Maka Al-qur’an adalah kitab untuk menetukan mana yang benar dan mana yang salah, sebagaimana Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Furqon (25) ayat 1, yaitu :

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

Dan jika ada seseorang yang mengikuti selain Alqur’an atau pedoman hidupnya bukan Alqur’an, maka orang itu pasti tersesat dari jalan Alloh swt, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-an’am (6) ayat 153, yaitu :

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.

Itulah Alqur’an yang harus dijadikan sebagai pedoman hidup supaya tidak tersesat. Alloh juga berkata di dalam Alqur’an surat Al-A’rof (7) ayat 3, yaitu :

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

Pada ayat tersebut Alloh melarang bagi seluruh manusia khususnya bagi orang yang beriman untuk mengikuti selain Alqur’an, karena hanya kitabulloh yaitu Alqur’an sajalah yang Pasti benarnya, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 2, yaitu :

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

Dan Alqur’an juga di jaga oleh Alloh dari segala campur tangan manusia, termasuk Nabi Muhammad saw, artinya Alqur’an itu benar-benar murni dari Alloh saja. Sebagaimana Alloh katakan didalam Alqur’an surat Al-Hijr (15) ayat 9, yaitu :

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Kesimpulannya: bahwa siapa saja yang pedoman hidupnya adalah Alqur’an pasti dia tidak akan tersesat, sebaliknya jika ada orang yang pedomannya bukan Alqur’an pasti dia tersesat dan akan masuk neraka.

Divisi Tarbiyah Dan Kaderisasi
Kolektif Kontra Teroris

Tujuan Hidup Seorang Mukmin


Segala puji milik Alloh swt, Rob alam semesta yang telah menciptakan segalanya untuk manusia, tak lupa pula sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia sampai hari kiamat.

Alloh telah menciptakan kehidupan ini dan Alloh jualah yang mengatur segalanya, maka manusia akan goncang dan tidak seimbang jika dia tidak mengikuti aturan Alloh yaitu islam, karena Alloh sajalah yang mengetahui segala permasalahan yang akan di hadapi oleh manusia, oleh karena itu Alloh menurunkan kitab-kitabnya untuk di jadikan sebagai rujukan dari segala permasalahan yang ada, supaya manusia itu seimbang, tenang dan bahagia.

Dan Alloh juga telah memberikan petunjuk sebagai pedoman dalam kehidupan manusia ini. Pedoman tersebut telah di perinci oleh Alloh sendiri, maka “Minhajul Hayah (Tuntunan Hidup)” adalah hasil dari pendalaman Alqur’an yang paling mendasar. Maka perincian dari Minhajul hayah adalah sebagai berikut :

I. Tujuan Hidup

Minhajul hayah yang pertama adalah tujuan hidup. Supaya manusia itu terarah, maka ia harus mempunyai tujuan hidup, Tujuan Hidup manusia adalah Keridhoan Alloh, sebagaimana Aloh katakan didalam Alqur’an yaitu :

“dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” Al-baqoroh (2) ayat 207

Pada ayat tersebut, Alloh katakan bahwa ada segolongan manusia yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhoan Alloh, dan ternyata golongan itu adalah golongan yang sedikit, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an yaitu :

“dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya.”
Yusuf (12) ayat 103

Kenapa tujuan hidup kita adalah keridhoan Alloh?, karena segala sesuatu itu tergantung hanya kepada Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an yaitu :

“Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Esa.Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu.” Al-Ikhlash (112) ayat 1 & 2

Dan kalau kita ingin mendapatkan keridhoan Alloh, maka kita harus tahu siapakah orang yang di ridhoi Alloh tersebut?, ternyata yang di ridhoi oleh Alloh adalah oarng yang menjadikan islam sebagai din atau aturan hidup. Sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an yaitu :

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu dinmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi din bagimu”. Al-Maidah (5) ayat 3

Sebaliknya, jika ada orang yang dinnya atau aturan hidunya bukan islam, maka ia ia tidak di ridhoi atau tidak di terima oleh Alloh dan termasuk orang rugi yang akan masuk neraka, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an yaitu :

“Barangsiapa mencari din selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima dari padanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” Ali-Imron (3) ayat 85

Bukan hanya itu, orang yang din atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia bukan orang islam, walaupun pengakuannya atau KTP-nya islam, sekalipun diakui oleh dunia internasional bahwa ia adalah orang islam, maka ia tetap bukan orang islam karena itulah ketetapan Alloh.

Kesimpulannya adalah bahwa orang itu akan sampai kepada tujuannya yaitu keridhoan Alloh, jika din atau aturan hidupnya adalah islam. Tetapi jika dinnya atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia tidak akan pernah sampai kepada tujuannya atau tidak akan pernah mendapatkan keridhoan Alloh dan justru akan mendapat murka Alloh swt.

wallohu`alam